Cari Blog Ini

Kamis, 23 September 2010

Pikiran Positif vs Pikiran Negatif (Dalam Logika Penggunaan Lambangnya)

Berbicara tentang pikiran positif ataupun pikiran negatif, tentu di antara kita pasti pernah mengalaminya bukan.  Tapi pernahkan anda berpikir tentang hubungan  lambang positif (+) dan lambang (-) dalam kaitannya dengan kondisi yang dihasilkannya. Nah maka dari itu, tulisan ini sengaja saya buat untuk sekedar berbagi pemikiran, sudut pandang, logika, maupun pengalaman saya. Dan khusus untuk pengalaman, bukan hanya pengalaman yang pernah saya alami, namun akan lebih banyak contoh pengalaman yang dialami oleh teman – teman maupun tokoh – tokoh yang saya kagumi.  Saya tidak akan mencantumkan teori – teori dari disiplin ilmu manapun, karena jujur saja saya sampai saat ini saya belum menguasai teori – teori yang berkaitan dengan pembahasan dalam tulisan ini. Jika ada hal yang kurang berkenan sebelumnya saya mohon maaf, dan bila ada sesuatu yang perlu ditambahkan atau dikritisi, dengan senang hati saya akan menerima dan saya akan mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.

Baik kita mulai pembahasannya.

Positif
Positif dilambangkan dengan (+) atau di Indonesia lebih dikenal dengan tanda tambah/plus. Digunakan dalam matematika untuk menjumlahkan angka – angka , misalnya 1 + 1 = 2, yang berarti penjumlahan dari dua angka 1 (satu) adalah 2 (dua).

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, ketika saya mendengar seseorang mengatakan “Berpikirlah Positif”, maka orang tersebut menghendaki kita untuk berpikir bahwa sesuatu itu bisa dilakukan,bisa dikerjakan, atau tidak mustahil untuk dilakukan. Atau bisa juga diartikan berpikiran yang baik – baik saja.
Ketika seseorang dituntut untuk berpikir positif, maka diharapkan ia bisa menyelsaikan tugas yang dibebankan kepadanya. Setidaknya orang tersebut mau berusaha dan tidak menyerah begitu saja.

Negatif
Negatif dilambangkan dengan (-) atau di Indonesia lebih dikenal dengan tanda ambil/minus/kurang. Digunakan dalam matematika untuk mengurangi angka – angka, misalnya 1 – 1 = 0, yang berarti 1 (satu) di kurangi 1 (satu) sama dengan 0 (nol).

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, ketika saya mendengar seseorang mengatakan “Hilangkan Berpikirlah Positif”, maka orang tersebut menghendaki kita untuk menghilangkan pemikiran bahwa sesuatu itu tidak bisa dilakukan,tidak bisa dikerjakan, atau tidak mungkin/mustahil untuk dilakukan. Atau bisa juga diartikan jangan berpikiran yang jelek – jelek. Artinya berpikir negatif merupakan lawan dari berpikir positif.
Ketika seseorang  berpikir negatif, maka anggapan orang pada umumnya ia mudah menyerah, takut menghadapi sesuatu, dan tidak punya jiwa bertarung.

Dan inti dari tulisan ini adalah sebagai berikut :
Coba anda lingkari lambang dari positif (+) hasilnya adalah seperti ini Å. Perhatikan dengan seksama, kira – kira mirip apakah lambang positif yang telah dilingkiari tersebut.


Kalau anda bermain game PC Counter Strike (CS), PS 2 Medal of Honour, atau permainan apapun yang menggunakan senapan untuk penembak jitu (sniper) dalam permainannya, maka anda pasti tidak asing dengan lambang positif yang telah dilingkari tersebut. Ya, itu adalah apa yang kita lihat pada alat seperti teropong/teleskop pada pada senjata ketika kita membidik target yang akan kita tembak.
Jadi menurut hemat saya, sesuai dengan tandanya, saya analogikan berpikir positif berarti terus berusaha mencari bidikan kita hingga tepat sasaran dengan alat bantu, yaitu pola pikir kita sendiri.
Sebagai contoh, sebelum 17 Agustus 1945 siapa yang percaya Indonesia bisa merdeka? Jangankan percaya, mungkin ada beberapa dari orang – orang yang hidup di zaman tersebut belum kenal istilah Indonesia. Tapi pejuang – pejuang kita pada zaman itu berbeda, mereka berpikir positif, yakin Indonesia bisa merdeka dan mereka terus berjuang hingga bidikan mereka tercapai dan tepat sasaran, yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.


Lalu sekarang coba anda lingkari tanda minus (-). Hasilnya kira – kira seperti ini ө. Perhatikan baik – baik, mirip tanda apakah lambang yang telah dilingkari tersebut. Ya, mirip rambu lalu lintas, yang kalau tidak salah artinya DILARANG MELAWATI JALAN INI atau DILARANG MASUK.

Jadi menurut hemat saya , sesuai dengan lambangnya , saya analogikan orang yang berpikir negatif secara tidak langsung  kita telah melarang diri kita sendiri untuk mencoba berjalan melewati pemikiran yang telah kita. Bisa juga Melarang Jalan Pikiran Kita Sendiri. Yang Berarti menutup segala kemungkinan yang bisa jadi masih mungkin terjadi bila kita usahakan semaksimal mungkin. Bagaimana mau berpikir, ya kita yang melarang diri sendiri untuk berpikir.

Contoh kasusnya seperti ini, kebalikan dari contoh kasus sebelumnya, banyak orang – orang yang merasa mustahil Indonesia bisa merdeka. Dan pada akhirnya mereka lebih memilih menjadi antek – antek atau anjing penjajah. Karena mereka tidak pernah berpikir positif bahwa segala sesuatu mungkin terjadi.

Kira – kira menurut saya seperti itu analogi untuk berpikir positif. Masih banyak kekurangan, terutama teori yang mendasarinya. Kalau ada yang berkenan membantu saya persilahkan